Cara Meningkatkan Performa Website Melalui Core Web Vitals

Pernahkah Anda membuka website yang loading-nya lama? Atau, pernahkah Anda membuka website yang tampilannya macet-macet? Jika pernah, maka Anda mungkin pernah mengalami masalah Core Web Vitals.

Core Web Vitals adalah tiga faktor penting yang menentukan untuk meningkatkan performa website dengan Core Web Vitals Anda di mata pengguna. Faktor-faktor ini adalah:

  • Largest Contentful Paint (LCP): waktu yang dibutuhkan untuk memuat elemen terbesar di halaman, seperti gambar utama atau video.
  • First Input Delay (FID): waktu yang dibutuhkan untuk menanggapi interaksi pengguna pertama kali, seperti ketika pengguna mengklik tombol atau link.
  • Cumulative Layout Shift (CLS): jumlah pergeseran konten yang tidak terduga di halaman selama pemuatan.

Berikut dibawah ini anda akan mengerti setelah membaca penjelasan lengkap tersebut:

Apa itu Core Web Vitals?

Core Web Vitals adalah faktor-faktor yang mengukur pengalaman pengguna saat mengunjungi website Anda. Faktor-faktor ini penting karena dapat mempengaruhi kepuasan pengguna dan peringkat website Anda di mesin pencari.

Core Web Vitals merupakan serangkaian faktor yang menilai pengalaman pengguna ketika mengakses situs web Anda. Aspek-aspek ini sangat krusial karena berdampak pada kepuasan pengguna serta peringkat situs Anda di hasil pencarian mesin pencari. 

Dengan menitikberatkan tiga poin utama – Largest Contentful Paint (LCP), First Input Delay (FID), dan Cumulative Layout Shift (CLS) – Core Web Vitals memberikan gambaran yang komprehensif tentang performa dan responsivitas situs dalam menyajikan konten kepada pengunjungnya.

Berikut dibawah ini penjelasan detailnya Mengenai LCP, FID, dan CLS:

Largest Contentful Paint (LCP) 

Largest Contentful Paint (LCP) merupakan metrik yang menghitung waktu yang diperlukan bagi elemen terbesar di halaman situs Anda untuk dimuat sepenuhnya. Elemen ini seringkali berupa gambar atau video utama yang menjadi fokus perhatian pengunjung. 

LCP yang optimal adalah kurang dari 2,5 detik, dimana kecepatan ini dianggap sebagai indikator yang baik bahwa situs Anda mampu menyajikan konten utama dengan cepat dan efisien kepada pengguna.

Pemahaman akan pentingnya LCP membantu untuk memastikan bahwa elemen visual yang paling penting di situs Anda dapat diakses dengan cepat, memungkinkan pengguna mendapatkan pengalaman yang lebih memuaskan dan tidak terhambat oleh waktu muat yang lama.

Artikel Terkait  Search Generative Experience: Tips dan Strategi di 2024

First Input Delay (FID) 

mengukur waktu yang dibutuhkan oleh situs Anda untuk merespons interaksi pertama pengguna pada halaman web. Interaksi ini bisa berupa klik tombol, link, atau elemen interaktif lainnya. 

Sebuah FID yang baik adalah kurang dari 100 milidetik, yang menandakan respons situs yang cepat terhadap aksi pengguna pertama kali.

Pemahaman tentang FID penting karena membantu memastikan bahwa situs Anda tidak hanya memiliki konten yang cepat dimuat, tetapi juga responsif terhadap tindakan pengguna, sehingga memberikan pengalaman yang lebih baik dan interaktif kepada pengunjung.

Cumulative Layout Shift (CLS)

parameter yang menghitung total pergeseran konten yang tak terduga selama proses pemuatan halaman situs. Pergeseran ini bisa terjadi saat elemen-elemen seperti gambar, teks, atau tombol berubah posisi secara tiba-tiba, mengakibatkan gangguan dalam pengalaman pengguna. 

Sebuah CLS yang baik adalah kurang dari 0,1, yang menandakan bahwa situs Anda mampu meminimalkan perubahan tiba-tiba pada tata letak halaman.

Memahami CLS penting karena membantu memastikan konsistensi tata letak halaman, mengurangi gangguan visual, dan memberikan pengalaman yang lebih stabil dan menyenangkan bagi pengunjung.

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Core Web Vitals

Core Web Vitals dipengaruhi oleh faktor-faktor krusial dalam kinerja sebuah situs. Hal pertama yang memengaruhi adalah ukuran serta kompleksitas halaman.

Semakin besar dan rumitnya halaman tersebut, semakin lama waktu yang dibutuhkan untuk memuat keseluruhan kontennya, dan hal ini berpengaruh pada Core Web Vitals.

Tak hanya itu, kualitas gambar dan video juga berperan penting. Jika gambar atau video memiliki ukuran besar atau kualitas tinggi, mereka membutuhkan lebih banyak waktu untuk dimuat, dan inilah yang bisa membuat halaman terasa lambat.

Di samping itu, kualitas kode situs juga berdampak besar; kode yang tidak optimal bisa menghambat performa keseluruhan situs, menyakiti Core Web Vitals.

Akhirnya, hosting situs yang tidak berkualitas dapat menjadi penghalang besar karena bisa memperlambat respons dan waktu pemuatan halaman, secara langsung memengaruhi pengalaman pengguna.

Cara Memperbaiki Core Web Vitals

Terdapat beberapa langkah sederhana yang bisa Anda lakukan untuk memperbaiki Core Web Vitals. Pertama, optimalkan ukuran serta kompleksitas halaman dengan cara mengurangi ukuran gambar dan video, juga meminimalkan penggunaan elemen yang tidak terlalu diperlukan di halaman.

Artikel Terkait  Cara Mengatasi Japanese Keyword Hack di WordPress

Selain itu, perbaiki kualitas gambar dan video dengan menggunakan format yang lebih efisien dan melakukan kompresi pada gambar serta video tanpa harus mengorbankan kualitasnya.

Selanjutnya, pastikan kode website Anda dioptimalkan dengan menggunakan struktur yang baik dan mengoptimalkan penggunaan sumber daya.

Terakhir, pastikan untuk menggunakan layanan hosting website yang berkualitas tinggi untuk meningkatkan performa situs secara keseluruhan.

Dengan langkah-langkah sederhana ini, Anda dapat meningkatkan Core Web Vitals dan meningkatkan pengalaman pengguna di situs Anda.

Sharing this article :
Hibat Darmawan

Hibat Darmawan

Articles: 19